
Pemilihan ketua umum pssi pada dilakukan pada tanggal 26 Maret 2011 di Bali. Detik - detik menuju pemilihan ketua umum pssi Nurdin banyak melakukan sensasi atau manupulasi untuk memuluskan langkahnya kembali menjadi ketua umum pssi. Dalam pemilihan kali ini Banyak masyarakat Indonesia yang berharap Nurdin dan kroco - kroconya tidak memimpin kembali pssi dan kepemimipinan pssi diambil oleh orang baru seperti Arifin Panigoro dan George Toisutta.
Mungkin sekarang banyak masyarakat Indonesia yang kecewa karena AP dan GT tidak lolos verifikasi untuk menjadi ketua umum pssi. Kubu pssi mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka tidak lolos verifikasi. Pertama adalah karena AP merupakan penggagas Liga Primer Indonesia dimana kompetisi tersebut merupakan saingan Indonesia Super League buatan pssi dan lpi dianggap ilegal oleh pssi. Dan yang kedua adalah karena GT tidak aktif dalam sepak bola Indonesia selama lima tahun.
Kubu AP dan GT akan mengajukan banding atas ditolaknya mereka, Harjon Sinaga pengacara dari kubu AP dan GT berkata "Keterlibatan AP dalam LPI itukan gerakan yang memajukan olahraga. Terbukti masyarakat antusias menyambut kompetisi tersebut. Seharusnya hal itu tidak masalah"."Yang jadi masalah adalah aktif selama lima tahun yang ditafsirkan secara sempit. Di Statuta FIFA tidak menyebutkan hal itu. Harus lima tahun tidak benar".
Status Nurdin yang merupakan terpidana korupsi seharusnya tidak diloloskan oleh tim verifikasi pssi karena berdasarkan peraturan FIFA orang yang dinyatakan pidana tidak bisa dipilih menjadi komite eksekutif. Harusnya tim verifikasi pssi juga bersikap adil dengan tidak meloloskan Nurdin menjadi calon ketua umum pssi. Dengan keanehan yang terjadi tersebut kemungkingan Nurdin untuk terpilih kembali menjadi ketua umum pssi sangat besar.
0 komentar:
Posting Komentar